Kuliah Umum Geoscience and Application

Padang, 21 April 2025 – Departemen Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan Kuliah Umum Geoscience and Application bertajuk “A Quaternary Record of Explosive Eruptions along the Western Sunda Volcanic Arc in Sumatra, Indonesia” pada Senin, 21 April 2025, di Aula FMIPA UNP. Acara ini menghadirkan Marcus Phua, Ph.D., seorang peneliti geosains, untuk membahas temuan penting mengenai sejarah erupsi eksplosif di sepanjang jalur vulkanik Sumatra.

Kuliah umum diawali dengan sambutan pembukaan dari Prof. Dr. Asrizal, M.Si., yang memberikan konteks pentingnya pemahaman sejarah geologi untuk kesiapsiagaan bencana dan pengembangan ilmu pengetahuan di Sumatra. Acara inti diisi dengan penyampaian materi mendalam oleh Marcus Phua, Ph.D., yang memaparkan hasil penelitiannya mengenai catatan letusan eksplosif pada periode Kuarter (2,58 juta tahun yang lalu hingga sekarang) di Busur Vulkanik Sunda Barat, Sumatra.

Setelah pemaparan, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta, yang meliputi mahasiswa, peneliti, dan pemangku kepentingan terkait, untuk bertukar pikiran dan menggali lebih dalam implikasi dari temuan penelitian tersebut. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.

Topik kuliah ini memiliki relevansi yang sangat tinggi, baik secara ilmiah maupun sosial, karena:

  1. Pemahaman Bahaya Vulkanik: Busur Vulkanik Sunda, tempat Sumatra berada, adalah salah satu kawasan vulkanik paling aktif di dunia. Mempelajari rekaman erupsi eksplosif di masa Kuarter membantu para ilmuwan dalam memetakan pola, frekuensi, dan skala letusan masa lalu. Data ini sangat penting untuk memperkirakan potensi bahaya vulkanik di masa depan dan menyusun skenario mitigasi yang lebih akurat.
  2. Konteks Geologi Daerah: Penelitian ini secara spesifik fokus pada Sumatra, sehingga temuan-temuan yang dibahas memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang evolusi geologi dan vulkanologi pulau ini. Hal ini dapat mendukung berbagai penelitian terapan lainnya, seperti eksplorasi sumber daya geologi dan perencanaan tata ruang.
  3. Pendekatan Interdisipliner: Kajian tentang rekaman letusan melibatkan berbagai metode dari bidang ilmu kebumian seperti geologi, geokimia, dan geofisika. Kuliah ini menunjukkan bagaimana pendekatan interdisipliner dapat merekonstruksi sejarah Bumi yang kompleks.

Kuliah Umum Geosains ini bertujuan untuk:

  1. Menyebarluaskan Hasil Riset Mutakhir: Memperkenalkan temuan penelitian terkini tentang sejarah vulkanisme Sumatra kepada civitas akademika UNP dan masyarakat luas.
  2. Meningkatkan Kesadaran Kebencanaan: Memberikan pemahaman berbasis sains tentang potensi bahaya geologi di Sumatra, sebagai bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan.
  3. Menginspirasi Minat Riset: Memotivasi mahasiswa dan peneliti muda, khususnya di Sumatra, untuk melakukan penelitian lebih lanjut di bidang geologi, vulkanologi, dan mitigasi bencana yang relevan dengan konteks lokal.
  4. Memperluas Wawasan Akademik: Menambah khazanah keilmuan tentang dinamika dan proses geologi yang membentuk wilayah Indonesia, khususnya Pulau Sumatra.

Kuliah umum ini melanjutkan tradisi keunggulan Departemen Fisika UNP dalam menghadirkan pembicara berkualitas untuk membahas isu-isu strategis, seperti yang terlihat pada seri Studium Generale tentang mitigasi bencana geologi. Fokus pada sejarah vulkanik Sumatra ini memperkaya diskusi dan memperkuat peran UNP sebagai pusat kajian dan diseminasi ilmu kebumian yang kontekstual dengan kondisi geologi Indonesia.