{"id":6324,"date":"2026-09-19T11:55:00","date_gmt":"2026-09-19T11:55:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/?p=6324"},"modified":"2026-10-07T05:55:58","modified_gmt":"2026-10-07T05:55:58","slug":"umkm-bika-dan-pinyaram-kayu-tanam-didorong-go-digital-perkuat-kemasan-dan-branding","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/?p=6324","title":{"rendered":"UMKM Bika dan Pinyaram Kayu Tanam Didorong Go Digital, Perkuat Kemasan dan Branding"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-large wp-image-6325\" src=\"http:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/PIPN-HDY.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KAYU TANAM,<\/strong>&nbsp;\u2013 Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal terus mendapat perhatian. Di Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Program Studi S1 Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)<a href=\"https:\/\/harianhaluan.id\/tag\/universitas-negeri-padang-2\/\" data-type=\"post_tag\" data-id=\"27928\"> Universitas Negeri Padang <\/a>(UNP) memberikan pendampingan kepada kelompok UMKM bika dan pinyaram untuk memperkuat kualitas produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN), selama September. Kegiatan mengangkat tema \u201cPendampingan Kelompok UMKM untuk Pemasaran Digital Bika dan Pinyaram sebagai Makanan Khas Nagari Kayu Tanam\u201d. Ketua tim PKM, Dra. Hidayati, M.Si., menyebut dari perspektif ekonomi, penguatan UMKM bika dan pinyaram dinilai tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan, tetapi juga bagaimana produk pangan khas daerah memiliki nilai tambah. Produk yang selama ini dipasarkan secara konvensional perlu didorong agar memiliki kemasan, identitas merek dan saluran pemasaran yang mampu menjangkau konsumen di luar wilayah Kayu Tanam. \u201cHasil identifikasi tim PKM menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Di antaranya pengemasan produk, pemahaman mengenai keamanan pangan, pemilihan bahan kemasan hingga legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal. Persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar,\u201d<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi pemasaran lanjutnya, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan cara konvensional, seperti berjualan di tepi jalan dan menunggu pembeli. Kondisi itu membuat jangkauan pasar relatif terbatas. Karena itu, pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital menjadi salah satu langkah yang diperkenalkan untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen yang lebih luas.&nbsp;\u201cTim PKM juga memberikan pendampingan mengenai <em>branding<\/em>, mulai dari logo hingga penyajian foto produk yang menarik. Identitas produk yang lebih kuat diharapkan dapat membantu konsumen mengenali bika dan pinyaram Kayu Tanam sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produk ketika dipasarkan melalui berbagai kanal digital,\u201d . Aspek pengemasan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Peserta mengikuti praktik langsung menggunakan metode <em>vacuum packaging<\/em>. Melalui teknik ini, udara, terutama oksigen, dikurangi dari dalam kemasan sebelum ditutup rapat. Pengemasan tersebut diharapkan membantu menjaga mutu produk dan memperlambat sejumlah proses penurunan kualitas selama penyimpanan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYU TANAM,&nbsp;\u2013 Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal terus mendapat perhatian. Di Nagari Kayu Tanam, Kabupaten<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":6326,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10,1,4,15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6324"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6324"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6328,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6324\/revisions\/6328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fmipa.unp.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}